Tampilkan postingan dengan label gambar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gambar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2009

MONSTER LOCH NESS: Monster yang Meragukan

Kabar yang mengagetkan tempo hari yaitu ketika penampakan monster Loch Ness yang terekam oleh Google Earth, yang kebetulan dikunjungi oleh Jason Cooke.
Jason Cooke seorang petugas keamanan di Nottingham yang kebetulan sedang melihat-lihat foto situs Google Earth ketika ia mencatat keberadaan Nessie, begitu julukan monster danau tersebut. “Saya tidak bisa memercayainya. Ini seperti deskripsi Nessie,” katanya.Seorang pembaca harian Sun, Jason Cooke, secara tak sengaja memberikan bukti pernah melihat monster Loch Ness. Bukti tersebut adalah foto dari Google Earth.

Munculnya berita tentang Monster Loch Ness, langsung terbayang di-benak, suatu wujud yang sangat besar, mirip Dinosaurus berenang di danau Loch Ness, terkadang disebut dengan Nessie (Bahasa Skotlandia: Niseag). Nessie biasanya dikategorikan sebagai monster danau.

Bersama dengan Bigfoot dan Yeti, Nessie adalah salah satu misteri yang sangat terkenal dari kriptozoologi. Sebagian besar ilmuwan dan para ahli lainnya menemukan bukti-bukti yang mendukung Nessie sebagai tidak cukup memadai dan menganggap laporan-laporan penampakannya sebagai hoax atau salah identifikasi. Akan tetapi, masih banyak orang yang menggap hewan ini benar-benar ada, dengan teori yang paling populer menganggapnya sebagai seekor plesiosaurus yang tinggal di danau loch ness. (http://id.wikipedia.org/wiki/Monster_Loch_Ness)

Dalam gambar yang diambil dari Google Earth, tampak sebuah objek besar menyerupai binatang yang sedang berenang di permukaan air.

Jason Cooke mengaku menemukan gambar aneh itu saat sedang asyik browsing Google Earth. "Aku tak bisa mempercayainya. Gambar itu mirip dengan deskripsi mengenai Nessie,".

Meski tidak jelas apakah benar-benar Nessie atau hanyalah obyek lain, gambar di Google Earth tersebut tetap memicu rasa penasaran. Dinilai perlu studi lebih lanjut untuk menginvestigasi temuan ini.

Dikutip detikINET dari Telegraph, Kamis (27/8/2009), keberadaan monster Loch Ness memang terus diperdebatkan sejak berpuluh tahun lampau. Banyak pihak mengklaim telah menjepret Loch Ness, namun sebagian besar foto yang ada hanyalah tipuan belaka. (http://www.detikinet.com/read/2009/08/27/091518/1190470/398/monster-loch-ness-terlacak-di-google-earth)

Namun setelah saya (penulis) mencoba mencari dan mengamati di Google Maps, akhirnya dapat diperoleh 2 gambar pembanding yang dambil dari sumber (google maps) dan lokasi yang sama.


Gambar yang pertama (selain gambar yang tersiar) sangat mirip dengan sebuah kapal - mungkin kapal wisata atau kapal nelayan?). Posisi kapal itu berada diatas - timur laut, sudah dekat dengan laut - sepertinya sedang mulai berlayar.

Gambar kedua berupa benda runcing dengan garis ekor yang panjang - lebih mirip tikus yang berenang - sepertinya sebuah speed boat atau motor-air yang melaju cepat diatas air.



Dibandingkan dengan kedua gambar itu, ada kesamaan, terutama dengan gambar pertama. Terdapat kurang lebih 5 citra yang mirip sirip/ekor, yang saya yakini sebagai riak air.



Dari gambar-gambar yang saya amati, cenderung memang lebih mirip kapal dari pada makhluk air. Kalupun ada yang mirip, justru seperti kecebong (raksasa...) atau Tikus yang sedang berenang di Loch Ness. Atau memang ada legenda baru Monster Kecebong Loch Ness dan Tikus Raksasa Loch Ness

Pengin melihatnya sendiri? Silakan masukkan koordinat Latitude 57°12'52.13"N, Longitude 4°34'14.16"W di Google Earth.

Selasa, 03 Maret 2009

Memotret Diri Sendiri: Pekerjaan Sulit

Baru-baru ini saya melihat-lihat album foto di tempat kerja karena saya butuh untuk nambah-nambah gambar di blog atau di facebook. Lha, ternyata jarang banget foto foto saya. Di tiap acara yang terdokumentasi gambar saya paling hanya satu, dua, tiga....
Ya jelas foto saya jarang di album foto, karena saya yang pegang kemera.
Yaa gituu, sedihnya kalau dipasrahi kamera, pada acara-acara yang mengandung kesan-kesan indah, dirinya gak ikut terekam. Itu hukum alam. Bisa....pakai selfshoot! Berarti bukan kita yang motret!
Yang namanya tukang foto sudah pasti dirinya gak ada difoto yang ia jepret. Kalaupun ada fotonya, berarti bukan tukang fotonya yang njepret.
Sambil melamunkan andai saya tidak pegang kamera, nyambung dengan pepatah sulit ukur baju sendiri. Muncul pepatah baru....Sulit memotret diri sendiri.
Iya kan? Betapa sulitnya memotret diri sendiri bahkan kayanya nggak bisa tanpa alat bantu. Kita baru bisa memotret diri kita sendir harus memakai alat bantu, pakai mode selfshooter (atau apa, pokoknya bisa motret sendiri) kalau nggak pakai cermin, tapi kelihatan kameranya doong!
Memang, kita sulit melihat diri sendiri tanpa alat bantu atau bantuan orang lain. Muka kita seperti apa, jerawatnya berapa, letak hidungnya dimana, matanya simetris apa tidak, mungkin ada corengan arang. Masih banyak bagian lain dari diri kita yang sulit kita lihat.
Selama hidup kita hanya bisa melihat orang lain. Akibatnya kita akan melihat kita merasa diri kita sebagai subjek dan yang kita lihat adalah objek. Subjek lebih mudah mengamati objek.
Repotnya sering kali diri sebagai subjek hanya melihat kekurangan dari objek. Atau juga apa yang terjadi pada objek harus sesuai dengan kemauan subjek.
Kalau semuanya merasa sebagai subjek, maka jelas terjadi berbagai benturan antar subjek yang masing-masing punya kemauan, kepentingan, atau tujuan.
Ya... itu.... memang perlu ada alat bantu untuk bisa motret diri sendiri, merekam video sendiri, atau cermin untuk bisa membersihkan muka sendiri, sisiran, mencet jerawat, cukur kumis-jenggot sendiri dll lah...
Pikir-pikir memang sulit sih melihat diri sendiri, sering juga saya bertengkar, berprasangka, menggunjing dan sebagainya karena baru bisanya melihat orang lain.
Sulit memang...sulit pitik.....