Minggu, 01 November 2009

KPK vs POLRI: Pertarungan Cicak dan Buaya

Dibyo begitu kaget, lagi enak-enaknya Dibyo ngalamun sambil menikmati peuyeum dan kopi-krimer, ditepuk pundaknya dibarengi teriakan keras, "Ngalamuni cewek mana yaa...!!"
"Waah nganggu orang lagi menikmati hidup aja pak Daryo ini..." komentar Dibyo sambil nelan sisa peuyeum dimulutnya.
"Ndak ngajar boss?" Daryono 'mencairkan ketegangan'.
"Dah tau lagi duduk disini sambil makan peuyeum..." Balas Dibyo sambil nyruput kopi-krimnya yang dah mulai dingin.
"Waduh nesu...!" Daryono menarik kursi di meja seberang.
"Kosong jam sampai nanti istirahat dhuhur." Dibyo tangan Dibyo nyamber satu 'batang' peuyeum lagi, oleh-oleh rekan guru yang baru pulang workshop di Bandung.
"Nonton pertandingan besar ndak Boss?" Daryono seneng manggil siapa saja dengan sebutan boss.
"Kris Jon tanding lagi?"
"Bukan...itu sih masih pertandingan kecil..." Daryono ikutan nyamber tumpukan Peuyeum di keranjang bambu dan tanpa basa-basi nyruput kopi-krimnya Dibyo. "Ini lebih sangar, boss!"
"Lha....?!"
"Cicak lawan buaya!" Daryono menjelaskan."KPK lawan Polri!"
"Ooo..." Dibyo berkomentar sangat singkat. "Siapa yang menang, berapa ronde?"
"Belum ketahuan bos, belum selesai."
"Hehehe...aneh yaa...?"Dibyo nyletuk sambil ketawa sendiri.
"Ho-oh..." sambut Daryono sambil ngunyah peuyeum.
"Negara lagi perang melawan korupsi, malah senjatanya dipretheli ya.." Dibyo komentar lagi.
"Padahal gempuran cukup menggetarkan ya boss.." Daryono mencoba menambahkan. Sementara Dibyo hanya ngangguk-angguk karena lagi berusaha menelan peuyeum.
"Ndilalah kok ya pake kebledhosan" Daryono nyruput kopi-krimnya Dibyo lagi.
"Yaa itu yang aneh...." Ridwan yang baru turun dari kelas ikut nimbrung. "Enak nih ngopi bersanding peuyeum."
"Senjata ampuh bukan dirawat malah dipretheli". Ridwan membuka mulut agak lebar.
"Kalo ada onderdil yang rusak, kan idealnya diperbaiki ganti onderdilnya dengan kualitas yang sama." Ridwan nyrocos karena baterenya baru dicas.
"Kalo cuma bedhil yang rusak sih tinggal diperbaiki atau ganti onderdil" protes Daryono. "Lha ini lembaga, onderdilnya orang.."
"Sama aja pak." Ridwan membela diri, "Ganti orangnya thooh..?"
"Ya.., kembali ke senjata yang mbledhos tadi." Dibyo menyela, "Paling ini karena waktu sangar-sangarnya KPK, banyak pihak yang kena."
"So...mumpung senjata itu lagi trobel, dipretheli, supaya gantinya nanti ndak seperti KPK sekarang, hehehe..." tambah Dibyo.
"Bisa juga begitu, mbledhosnya mungkin juga sudah dipersiapkan, kasih peluru yang mbebel, atau oli-oli perawatan justru yang bikin masalah." sahut Daryono.
"Jadi, ketika ada onderdil yang rusak, mempengaruhi onderdil lain." disambung Daryono lagi.
"Kaya pitmotor pake oli palsu ya pak..." Ridwan menyahut.
"Ndak tau lah...gimana maunya." Dibyo nyruput kopi-krimnya yang tinggal dikit.
****

Minggu, 25 Oktober 2009

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH

Dapat disimpulkan bahwa secara umum sesungguhnya bahwa Pendidikan Kewarganegaraan yang dilaksanakan di berbagai negara mengarahkan warga bangsa itu untuk mendalami kembali nilai-nilai dasar, sejarah, dan masa depan bangsa bersangkutan sesuai dengan nilai-nilai paling fundamental yang dianut bangsa bersangkutan. Sesungguhnya banyak aliran filsafat yang dapat dijadikan pembenar bagi upaya pendidikan kewarganegaraan (civic education). Namun, landasan filsafat tersebut, kemudian, perlu dicari relevansinva dengan kondisi dan tantangan kehidupan nyata dalam masyarakat tertentu, agar civic education (pendidikan kewarganegaraan) mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pemecahan persoalan kemasyarakatan yang sedang dan akan dihadapi suatu bangsa atau masyarakat. Oleh karenanya, apapun bentuk pendidikan kewarganegaraan yang dikembangkan di berbagai bangsa, nilai-nilai fundamental dari suatu masyarakat perlu dikembangkan sesuai dengan dinamika perubahan sosial, agar nilai-nilai fundamental tersebut menemukan relevansinya untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemecahan problem suatu masyarakat.

Menemukan Kembali Relevansi Nilai-Nilai Fundamental
Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan yang dikembangkan di Indonesia seharusnya juga mampu menemukan kembali relevansi nilai-nilai fundamental masyarakat dengan dinamika sosial yang berubah secara cepat. Bagi Muhammadiyah, pendidikan kewarganegaraan yang dikembangkan di lingkungan amal usaha pendidikannya pun harus mampu menemukan kembali relevansi nilai¬nilai fundamentalnya, yaitu nilai-nilai Islam dan keindonesiaan, dengan realitas dinamika sosial yang berkembang dalam masyarakat. Pemerintah sudah memberikan kebijakan yang lebih leluasa dalam pengembangan kurikulum di perguruan tinggi (Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 232/U/2000 yang diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 045/U/ 2002) yang lebih berpihak pada pengembangan school-based management. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi Muhammadiyah pun harus mampu mengembangkan kurikulum pendidikan yang menemukan relevansi nilai-nilai historis-fundamental masyarakat muslim di Indonesia dengan konteks dinamika sosial yang berkembang cepat, agar ilmu pengetahuan yang diajarkan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah bisa lebih membumi bagi upaya-upaya pemberdayaan dan pencerahan masyarakat di Indonesia.

Sentuhan Moral dan Social Skills
Seiring dengan dinamika sosial yang berkembang dengan cepat, Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus mampu merumuskan kembali orientasi filosofis dalam mengembangkan pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswanya. Dengan orientasi baru tersebut, pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah tidak hanya mengajarkan persoalan-persoalan cognitive domain (moral knowledge) semata, tetapi juga harus memberikan sentuhan moral and social action. Sentuhan moral and social action inilah yang justru harus mendapatkan perhatian dalam skala yang lebih tinggi, agar pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah mampu membentuk mahasiswa menjadi good and responsible citizen (warga yang baik dan bertanggung jawab) sebagai ultimate goal (tujuan utama) yang seharusnya dicapai oleh pendidikan kewarganegaraan. Dengan pendekatan seperti itu, Perguruan Tinggi Muhammadiyah akan mampu menanamkan moral and social skills kepada mahasiswa agar kelak mereka mampu memahami dan memecahkan persoalan¬persoalan aktual kemasyarakatan, seperti toleransi, perbedaan pendapat, empati, pluralisme, kesadaran hukum, tertib sosial, hak asasi manusia, demokratisasi, local wisdom, produktifitas dan kreativitas tinggi, tanggung jawab sebagai anggota dan pemimpin masyarakat, dan sebagainya.

Pengembangan Nilai-Nilai
Fenomena patologi sosial seperti yang telah disebutkan di atas tentunya juga harus menjadi tanggung jawab Perguruan Tinggi Muhammadiyah melalui civic education (pendidikan kewarganegaraan) yang dikembangkannya. Oleh karenanya, agenda penting yang perlu dikembangkan dalam civic education di Perguruan Tinggi Muhammadiyah antara lain sebagai berikut :
1. Pengembangan nilai-nilai demokratis, di antaranya meliputi keadilan, taat pada hukum (rule of law), kebebasan berpendapat dan berasosiasi, keterwakilan, kesetaraan gender, dan majority rules.
2. Pengembangan nilai-nilai kewargaan dan nilai-nilai komunitas (civic and community values), di antaranya meliputi penghargaan atas hak-hak individual, local needs, dan common good.
3. Pengembangan pemerintahan yang bersih (fair government), di antaranya meliputi partisipasi, hak untuk mendapatkan pelayanan secara adil, fairness, dan checks and balances.
4. Pembentukan identitas nasional (national identity), di antaranya berupa reorientasi nation building dalam bentuk bhinneka tunggal ika (unity in differences), independence, dan kebanggaan nasional (national pride).
5. Pengembangan ikatan sosial (social cohession), di antaranya meliputi toleransi (tolerance), keadilan sosial (social justice), dan keberterimaan (acceptance).
6. Pengembangan kehidupan pribadi (self-cultivation), meliputi cenderung pada kebenaran (truth), tunduk pada hukum (law abiding), jujur (honesty), kesopanan (civility), dan tolong-menolong (helping others).
7. Pengembangan kehidupan ekonomi (economic life), di antaranya meliputi persaingan sehat (fair competition), kesejahteraan (wealth), kewirausahaan (entepreneurship), dan pasar bebas (free market).
8. Pengembangan nilai-nilai keluarga (family values), di antaranya meliputi rasa tanggung jawab (respect), dukungan (support), perlindungan (protection), akhlak (moral behavior), sadar gender (gender sensitive), dan kebersamaan (togetherness).
Sejarah panjang Muhammadiyah memiliki landasan historis dan nilai¬nilai keislaman yang cukup kuat untuk melakukan pencerahan dan pemberdayaan masyarakat. Dan hal ini harus dirumuskan kembali untuk menjadi nilai-nilai fundamental guna ditemukan kembali relevansinya dengan persoalan-persoalan sosial yang dinamis berkembang cepat di masyarakat. Dan oleh karenanya, Perguruan Tinggi Muhammadiyah memiliki peran yang signifikan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Islam untuk menjadi spirit pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswanya, agar ilmu pengetahuan yang diajarkan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah memiliki landasan nilai yang kokoh dan membumi bagi upaya pencerahan, pemberdayaan, dan pendidikan masyarakat yang lebih luas.

Ditulis kembali dari: Asykuri ibn Chamin dkk, Civic Education, Pendidikan Kewarganegaraan, Diktilitbang Majelis Pendidikan Tinggi, Yogyakarta, 2003

Selasa, 13 Oktober 2009

INDONESIA (MEMANG) RAWAN GEMPA

Belum hilang dari benak seluruh penghuni negeri ini musibah besar gempa dan tsunami Aceh dan gempa dahsyat di Jateng-DIY kembali musibah gempa melanda sanak-saudara di Sumatera Barat. Memang terjadi pula gempa dan tsunami sempat terjadi di beberapa tempat di selang waktu bencana gempa dan tsunami yang telah disebut diatas. Tsunami di pantai selatan Pulau Jawa tengah dan barat, juga menelan korban yang tidak sedikit. Gempa di Tasik baru-baru ini disusul gempa yang kembali menyambangi sekitar Pulau Jawa.
Ada apa ini? Atau mengapa semua ini terjadi di negeri ini? Mungkin ada yang mengaitkan dengan kiamat, ada juga yang menganggap sebagai hukuman bahkan ada yang menganggap sebagai cobaan.
Terlepas dari anggapan-anggapan tadi, dari para peneliti dan buku –buku pengetahuan, ternyata ada penjelasan yang logis. Bahkan penjelasan tersebut – boleh dikatakan – tidak bertentangan dengan hukum-hukum Tuhan atau sunatullah.

Daratan Pun Bergerak
Banyak orang yang belum menyadari bahwa permukaan bumi yang ditempati terus bergerak. Pergerakan permukaan bumi sedemikian pelannya sehingga para penghuni di permukaan tidak merasakannya. Tidak sedikit pula orang yang belum tahu, bahwa susunan benua sekarang berbeda dengan susunan benua jutaan tahun yang lalu.
Bahkan melalui al Qur’an, Allah telah menjelaskan adanya pergerakan pada permukaan bumi.
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka diam, padahal ia bergerak seperti bergeraknya awan. (Demikian) perbuatan Allah yang membuat sesuatu dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.....” (QS An Naml, 27:88)
















Sumber: http://www.platetectonics.com/book/images/Pangaea.gif



Pertemuan Tiga Lempeng Besar
Kalau kita masih ingat pelajaran IPS SD atau SMP, bahwa Indonesia berada pada posisi silang dalam berbagai sisi. Tidak hanya dari sisi sosial, politik serta ekonomis dunia atau secara geografis bahkan secara geologis, wilayah Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng benua/samudera, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik, serta Lempeng Laut Pilipina.


sumber:http://media.photobucket.com/image/lempeng%20kulit%20bumi/koeniel/gb2_plates_USGS.gif

Dalam keadaan tersebut mau tidak mau, menjadikan Indonesia termasuk dalam wilayah yang rawan terjadi gempa. Pertemuan antara berberapa lempeng benua memungkinkan terjadinya pergesekan diantaranya, karena lempeng-lempeng benua tersebut senantiasa bergerak. Pergesekan yang terjadi akan mengakibatkan adanya getaran pada permukaan lempeng tersebut.


Sumber:http://wirocst.blog.friendster.com/files/pic8.gif

Di Indonesia pergerakan kulit bumi sering terjadi didaerah bagian barat, seperti Sumatera, selatan Pulau Jawa hingga Timor. Jalur wilayah ini merupakan jalur
yang rawan dengan gempa bumi. Jika sumber gempa bumi berada di dasar laut, biasanya diikuti dengan gelombang besar (tsunami). Semakin besar gempa bumi semakin besar pula kemungkinan timbul tsunami. Tsunami yang pernah terjadi di Alor, Jawa Timur, NAD dan Pantai Pangandaran, berlangsung kurang dari setengah jam setelah terjadinya gempa bumi.

Apapun komentar terhadap beberapa musibah gempa yang terjadi, yang penting kita sebagai penghuni negeri ini dapat menyikapinya dengan bijak. Kepada para korban semoga bisa menerima dengan ikhlas, tabah serta diberikan kekuatan untuk kembali bangkit.

Rabu, 30 September 2009

GEMPA SUMATERA:Bumi Memang Sudah Tua

Sambil mempersiapkan alat cukur, Warto 'sang jagal rambut' berkomentar, "Gempa lagi pak, tuh di Sumatera ratusan rumah rusak".
"Wah.., padahal baru saja kemarin kita merasakan beberapa kali gempa yang lumayan ya mas", sambil meletakkan pantatnya di kursi potong rambut. Dibyo memang senengnya cukur di pasar malam hari, biar bisa nyantai juga adem.
"Dah mau kiamat pa ya pak?" Warto mulai menyalakan alat cukur elektriknya dan mbabat rambut Dibyo."Sering ada gempa, tsunami, tanah longsor...laah bencana macem-macem."
"Mungkin juga, mas..." kepala Dibyo mengikuti instruksi Warto. "Bumi ini memang sudah tua mas."
"Kita ini yang harus siap-siap mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi," tambah Dibyo yang lagi kumat sok pinternya."Yang namanya bencana mang gak kira-kira".
"Bisa saja to, saya lagi cukur gini trus kurugan beton...hehehe..na'udzu billah..hehehe.."
Warto manggut-manggut sambil memainkan alat cukurnya serta sisir.
"Memang ya...mungkin juga itu peringatan bagi kita supaya ingat hari akhir, inget sama yang Maha Kuasa." Warto mencoba mengaitkan dengan kehendak Tuhan. "Orang dah banyak yang lupa dengan Yang Kuasa."
"Yang punya kekuatan dipakai buat nindes yang lemah, yang punya kepinteran minteri yang bodho." Warto nambah komentar, "Nah..., alam juga jadi korban keserakahan manusia sendiri".
"Ya..begitu mas...kelihatannya mereka begitu dekat dengan jalan-jalan Tuhan, tapi nyatanya mereka hanya memanfaatkan kepercayaan orang lain." Sambil memperhatikan gaya rambut yang sedang digarap Warto,"Banyak loh, orang-orang bertitel agama, tapi kurang melaksanakan aturanNya".
"Hehehe...justru karena merasa dekat dengan Tuhan, mereka lebih mudah untuk meminta maaf kepada Tuhan..hehehe." Warto terkekeh-kekeh oleh omongannya sendiri.
"Godhek sama kumis jenggot dikerok, pak?" lanjut Warto, merasa bertanggung jawab terhadap garapannya.
"Iya dong...malu saingan sama Thukul kumisnya, jenggot sekalian ya..."
"Moga mereka yang jadi korban diberi kekuatan, ketabahan dan bisa membangkitkan diri dari musibah itu mas." Dibyo melanjutkan diskusinya."Coba kalau kena saya, ndak tahu gimana perasaan ini."
"Iya...mereka kehilangan harta benda bahkan mungkin keluarga" Warto mulai melepas kain penutup badan, setelah membersihkan sisa-sisa cukuran di bagian leher dan tengkuk. "Tinggal yang selamat, jauh dari bencana dan punya kemampuan lebih membantu mereka."
"Berapa, mas..?" Dibyo berdiri dari kursi serta mengambil dompet di saku.
"Limaribu saja..."
"Makasih ya mas." satu lembar potret Imam Bonjol diserahkan ke Warto.
"Sama-sama pak.."

ENERGI NUKLIR IRAN: Ketakutan Barat terhadap Kekuatan Baru di Timur Tengah


Negara-negara Barat sedang mengalami kegusaran. Mereka mulai kuatir akan bangunnya raksasa di Timur-Tengah yang telah pulih dari sakitnya. Raksasa itu sedang berbenah diri, meningkatkan staminanya.
Raksasa itu adalah Republik Islam Iran, yang mulai bangkit sejak Revolusi Islam Iran. Sejak penggulingan rezim monarki Syah Reza Pahlevi, tiga puluh tahun silam, Iran berhasil membangun kembali negaranya dalam berbagai sendi.
Tetapi kemampuan bangkitnya Republik Islam Iran, agaknya membuat negara-negara BArat kuatir (mungkin lebih tepat: takut). Ketakutan negara-negara Barat, terutama Amerika, dikarenakan Iran bukan lagi pihak yang mau berjalan beriringan dengan mereka. Bahkan Iran yang sekarang adalah negara yang tidak lagi mau begitu saja menuruti kepentingan-kepentingan Amerika.


Amerika Serikat dan negara-negara Barat sangat berkepentingan dengan minyak yang ada di Timur-Tengah. Iran salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Bahkan Iran juga merupakan negara yang memiliki pengaruh besar di Timur-Tengah.
Kini Iran mampu membangun dan memanfaatkan teknologi nuklir. Walaupun berdalih untuk manfaat damai sebagai sumber energi listrik, tapi Amerika dan negara-negara barat tetap kuatir terhadap penggunaan nuklir Iran. Terlebih lagi Iran begitu gencar mempropagandakan anti-Israel. Bahkan Iran sering dituding sebagai negara penyokong terorisme dan pendukung gerakan anti Amerika dan anti Israel.
Di tengah kegelisahan barat terhadap Teheran, Iran beberapa kali sukses melakukan manuver rudal balistik. Tidak tanggung-tanggung rudal-rudal yang diuji adalah rudal-rudal yang memiliki jarak jangkauan yang tangguh. Tidak hanya mampu menghantam Israel dan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah, bahkan mampu mencapai kawasan Eropa selatan.
Andaikan Iran yang sedang tumbuh semakin maju menjadi kekuatan baru di TimurTengah masih dibawah Rezim Syah, mungkin Amerika Serikat dan Barat tidak akan menanggapi hal tersebut secara berbeda.


Begitu juga dalam penguasaan nuklir, mungkin justru Iran akan akan mendapatkan dukungan dalam pengembangannya, seperti terhadap Israel yang merupakan penjamin kemakmuran Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Semua negara berhak mengelola nuklir jika mampu dan digunakan secara damai dan bijak. Seperti kata Presiden Suriah Bashar al-Assad, "Semua negara mempunyai hak mengembangkan energi nuklir untuk maksud damai dan hak demikian dijamin dalam perjanjian dan konvensi-konvensi internasional".
Tapi memang begitu, Amerika dan negara-negara Barat tidak akan rela jika ada negara sekelas Iran mengusai nuklir bahkan tumbuh menjadi negara yang kuat.

Kamis, 24 September 2009

KEMBALI KE KOTA LEWAT JALUR SELATAN SELATAN: Berenang Bersama Ubur-Ubur


Liburan Lebaran sudah (hampir) habis , waktunya kembali menjalani aktifitas rutin. Setelah sekian hari mungkin sudah puas bersama sanak saudara dikampung, walaupun masih banyak yang merasa belum puas.
Seperti postingan yang lalu, mudik lewat Jalur Selatan Selatan DIY-Jateng, enak juga balik Ngota (lawannya mudik) juga lewat jalur selatan Jateng-DIY. Disamping relatif longggar, juga bisa sekalian mampir nengok laut, tentunya bagi yang belum sempat plesiran ke laut.
Sepanjang Jalur Selatan Selatan antara Bantul sampai ujung Kab. Kebumen memang kebanyakan dekat dengan laut, tinggal nengok ke selatan - sebelah kiri kalau lagi kearah Jakarta/Bandung - pantai bisa kita lihat, gak semua sih.
Bagi yang mampir nengok laut, anda bisa menikmati udara laut yang sedikit anyir (lebih enaknya: bau garam). Atau bagi yang ingin sekedar menikmati deburan ombak serta semilir angin laut, bolehlah sekalian istirahat makan lesehan bersama keluarga.
Pantai berpasir di sepanjang DIY - Jateng yang cenderung bergelombang tinggi, menggoda untuk bermain bersama ombak. Ndak lengkap rasanya ke Pantai Selatan DIY - Jateng kalau nggak mandi-mandi di pantai, main pasir atau sekedar bermain air. Menyenangkan deh..pokoknya..
Tapi...ada tapinya...baca-baca di surat kabar, ternyata banyak pengunjung pantai selatan yang tersengat ubur-ubur. Badan terasa gatal, kulit yang terserang meradang bahkan bisa kejang-kejang. Walaupun untuk mengobatinya ternyata cukup sederhana, yaitu dengan irisan mentimun yang dioleskan ke kulit yang terserang dan disiram dengan air hangat. Pengobatan ekstrim, bila tidak bawa mentimun dan sifatnya emergensi, bisa dengan (maaf..) air seni segar dikenakan pada bagian yang terserang (jangan dilakukan kalau yang terkena bagian wajah...wahahahaha..).

Mungkin... para ubur-ubur juga pengin lebaran di pantai. Mereka juga pengin mandi-mandi, merasakan nikmatnya deburan ombak. Tapi yaa itu...jeleknya mereka selalu membawa bisa, yang akan lepas bila ada makhluk lain yang menyentuh tentakelnya. Bisanya itu berada pada bagian tubuh yang mirip panah (sangat kecil) pada tentakel-tentakelnya yang akan lepas jika ada sesuatu yang menyentuh tentakelnya..(tadi kan sudah..). nAH.. Bukan salah ubur-uburnya sih bila tersengat, bisanya lepas sendiri bila ada yang nyentuh tentakelnya. Makanya bagi pengunjung pantai harus hati-hati jika plesiran ke laut. Bulan-bulan ini jangan mandi-madi di laut, ngalah dulu sama ubur-ubur.
Seperti apa sih ubur-ubur? Bentuknya mirip balon putih mengkilap, atau mirip plastik kenyal. Gambarnya dah saya sertakan, selebihnya googling saja..banyak kok artikel tentang ubur-ubur.

Selasa, 22 September 2009

ROMADHON: Membersihkan Software

Idul Fitri adalah hari kemenagan dari insan yang berperang melawan dirinya sendiri (baca:hawa nafsu). Setelah 28-29 hari di bulan Romandhon menahan hawa nafsu, menahan rasa lapar, dahaga kuga keinginan-keinginan manusia yang mirip hewan.
Ada yang mengatakan Romadhon adalah bulan pembinaan diri, bulan pembersihan jiwa.
Atau bulan ada yang menyebutnya bulan yang penuh barokah, bulan penuh hikmah ada juga yang menyebutnya bulan pengampunan. Karena pada bulan itu umat manusia (yang muslim, tentunya) menempa diri dengan menahan semua yang menyenangkan. Menahan aktifitas-aktifitas yang didorong oleh hawa nafsu. Dari yang seharusnya yaitu makan dan minum, yang umum seperti ngobrol tak keruan (nggunjing, nggosip, dan sejenisnya), juga yang khusus seperti hubungan suami-istri, ditahan sampai waktu berbuka (saat adzan maghrib).
Pada bulan itu juga Allah memberikan kesempatan umat manusia untuk berbuat kebaikan. Sekecil apapun perbuatan itu akan menjadi amalan yang luar biasa pada bulan itu. Karena pada bulan Romadhon adalah bulan yang penuh pengampunan.
Ibarat komputer yang dipakai tiap hari, selama satu tahun. Selama penggunaan komputer tersebut, sering terjadi crash program, kerusakan program, juga masuknya virus-virus komputer karena berhubungan dengan media penyimpan data dari luar.
sehingga dalam pemakaian mungkin akan terjadi gangguan-gangguan yang nantinya akan menghambat kerja menggunakan komputer.
Menjadi keharusan bagi yang punya komputer untuk selalu 'membersihkan' komputer dengan program-program anti-virus, atau memasukan program proteksi terhadap perubahan sistem secara berkala. Atau perlu juga secara berkala melakukan update program, bahkan kalau perlu melakukan upgrade.
Diri manusia pun tidak jauh dari gambaran komputer tadi. Manusia dalam aktifitasnya akan terkontaminasi oleh hal-hal negatif dari luar, bisa jadi dari diri sendiri muncul aktifitas negatif yang terdorong oleh pengaruh luar.
Seperti komputer, hardware manusia yang berisi software-software, bisa mengalami perubahan dan "kerusakan' program. Makanya perlu juga dilakukan update dan upgrade untuk dapat meningkatkan kualitas dalam beraktifitas. Bahkan perlu juga dipasang 'anti-virus' untuk menjaga diri dari pengaruh-pengaruh buruk lingkungan. Dan tentunya, supaya terjaga dari pengaruh lingkungan atau aktifitas buruk yaitu menghindarinya.
Kok manusia disamakan dengan komputer..? Itu hanya gambaran, senyatanya justru komputerlah yang hampir mirip manusia. Tapi kadang kita perlu gambaran yang memudahkan untuk berpikir.