Jumat, 08 Januari 2010

MOTOGP 2010, Jadwal Sementara dan Peserta


Menunggu adu kebut tingkat dunia - yang rencananya dilaksanakan tanggal 11 April 2010 di Losail, Qatar - masih lama. Iseng-iseng main ke rumah 'mbah' Google, dapet deh beberapa informasi. Lumayan, dapat jadwal sementara gelaran balap MotoGP.

Kalender sementara gelaran MotoGP musim 2010 dirilis oleh yang punya hajatan, Federasi Motorsport Internasional (FIM) sebagai badan tertinggi olah raga motorsport dunia. Rencananya tontonan itu digelar dalam 18 race.

Dalam kalendar tersebut musim akan diawali dalam balapan malam di Losail, Qatar, pada 11 April 2010. Valencia lantas jadi balapan penutup kala musim berakhir 7 November 2010.

Sementara Silverstone sudah menggantikan Donnington Park sebagai tempat perhelatan balapan MotoGP Inggris. Seri ini rencananya akan digelar pada tanggal 6 Juni 2010.

FIM dalam situs resmi MotoGP juga menyebutkan bahwa jika ada sirkuit yang tidak siap menggelar balapan maka Sirkuit Motorland Aragon di Spanyol akan jadi lokasi pengganti di hari yang sama.

Kalender Sementara Musim 2010:

Tanggal – Grand Prix – Sirkuit:
11 April – Qatar* – Losail
25 April – Japan – Motegi
2 Mei – Spain – Jerez
16 Mei – France – Le Mans
30 Mei – Italy – Mugello
6 Juni – Great Britain – Silverstone
26 Juni – Netherlands** – Assen
4 Juli – Catalunya – Catalunya
18 Juli – Germany – Sachsenring
25 Juli – United States*** – Laguna Seca
15 Agustus – Czech Republic – Brno
29 Agustus – Indianapolis – Indianapolis
12 September – San Marino & Riviera di Rimini – Misano
19 September – Hungary – Balatonring
10 Oktober – Malaysia - Sepang
17 Oktober – Australia – Phillip Island
31 Oktober – Portugal – Estoril
7 November – Valencia – Ricardo Tormo-Valencia

* Balapan Malam
** Balapan di Hari Sabtu
*** Hanya kelas MotoGP

Adu kebut tingkat dunia ini 2010 diikuti oleh 15 tukang kebut diantaranya:
1. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha
2. Jorge Lorenzo SPA Fiat Yamaha
3. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro
4. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro
5. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda
6. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda
7. Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki
8. Alvaro Bautista SPA Rizla Suzuki*
9. Marco Melandri ITA San Carlo Honda Gresini
10. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini*
11. Hector Barbera SPA Aspar Ducati*
12. Mika Kallio FIN Pramac Ducati
13. Randy de Puniet FRA LCR Honda
14. Colin Edwards USA Tech 3 Yamaha
15. Ben Spies USA Tech 3 Yamaha*

* rookie

Tiga pendatang baru (rookie) tahun 2010 akan meramaikan seri balap motor dunia MOTOGP.Antara lain juara dunia 250 cc 2008 Marco Simoncelli yang direkrut tim satelit Honda Gresini. Pria asal Italia ini akan satu tim sama Marco Melandri (Italia).

Rookie lainnya, Alvaro Bautista. Pebalap asal Spanyol ini akan membesut Suzuki bersama pebalap veteran Loris Capirossi di Rizla-Suzuki.

Hector Barbera juga dari Spanyol. Peringkat keempat sementara di kelas 250 cc ini direkrut Ducati Pramac. Barbera akan mendampingi pebalap utama, Mika Kallio.

Satu-satunya pendatang baru yang berasal dari luar MotoGP adalah Ben Spies. Pebalap asal Amerika itu kini sedang berlaga di kejuaraan dunia Superbike. Tahun depan dirinya satu tim dengan Colin Edwards asal Texas, di kubu Tech 3 Yamaha.
Tantangan baru bagi para pejuang aspal, terutama Rossi, yang dah 'mbangkot' di aspal MotoGP. Tenaga baru di arena balap, walaupun mereka baru di ajang mesin 800cc. Gimana nanti, masih kuatkah para 'bangkot' mempertahankan kekuasaannya.

Kita tunggu saja pertunjukannya nanti di 11 April 2010.

Rabu, 25 November 2009

KASUS BANK CENTURI: OBOK-OBOK NEGARA



Mungkin masih lekat di benak, dengan lagu Joshua "Di Obok-Obok". Ikan-ikan pada mabok karena air di obok-obok. Ya begitu...kalau kita melihara ikan di akuarium, toples atau mungkin ember. Jika airnya diaduk...jelas ikannya pada puyeng, walaupun itu ikan-ikan besar, apalagi ikan kecil.
Ternyata ndak jauh beda dengan negara ini. Ketika negara ini di obok-obok dengan kasus Bank Century, dari awal hingga sekarang hingga sekarang (ndak usah diceritakan lagi...paling dah pada tau..) 'ikan-ikan' besar lagi pada puyeng, sampai-sampai yang paling besar pun ambil bicara, dan berlawanan dengan semboyan ketika kampanye: "Jangan dilanjutkan!"
Ibarat ketika airnya mulai diaduk, beberapa ikan besar yang puyeng, mulai bernyanyi nyaring, menyeret ikan-ikan lain untuk ikut puyeng. Tapi jangan sampai ikan-ikan kecil ikut puyeng, berabe! betawi.


Ya...berabe ntar...gimana ndak? Kalau semua ikan pada puyeng, seneng dong yang mau mancing. Ndak perlu susah-susah nunggu ikan makan umpan, langsung ambil saja tooh..!
Yang penting sekarang mikir bagaimana airnya berhenti bikin puyeng. biar cepet pulih dan pada sehat. Biar nanti ikan-ikan kecil ndak ikut puyeng dan mati.
*****

Minggu, 01 November 2009

KPK vs POLRI: Pertarungan Cicak dan Buaya

Dibyo begitu kaget, lagi enak-enaknya Dibyo ngalamun sambil menikmati peuyeum dan kopi-krimer, ditepuk pundaknya dibarengi teriakan keras, "Ngalamuni cewek mana yaa...!!"
"Waah nganggu orang lagi menikmati hidup aja pak Daryo ini..." komentar Dibyo sambil nelan sisa peuyeum dimulutnya.
"Ndak ngajar boss?" Daryono 'mencairkan ketegangan'.
"Dah tau lagi duduk disini sambil makan peuyeum..." Balas Dibyo sambil nyruput kopi-krimnya yang dah mulai dingin.
"Waduh nesu...!" Daryono menarik kursi di meja seberang.
"Kosong jam sampai nanti istirahat dhuhur." Dibyo tangan Dibyo nyamber satu 'batang' peuyeum lagi, oleh-oleh rekan guru yang baru pulang workshop di Bandung.
"Nonton pertandingan besar ndak Boss?" Daryono seneng manggil siapa saja dengan sebutan boss.
"Kris Jon tanding lagi?"
"Bukan...itu sih masih pertandingan kecil..." Daryono ikutan nyamber tumpukan Peuyeum di keranjang bambu dan tanpa basa-basi nyruput kopi-krimnya Dibyo. "Ini lebih sangar, boss!"
"Lha....?!"
"Cicak lawan buaya!" Daryono menjelaskan."KPK lawan Polri!"
"Ooo..." Dibyo berkomentar sangat singkat. "Siapa yang menang, berapa ronde?"
"Belum ketahuan bos, belum selesai."
"Hehehe...aneh yaa...?"Dibyo nyletuk sambil ketawa sendiri.
"Ho-oh..." sambut Daryono sambil ngunyah peuyeum.
"Negara lagi perang melawan korupsi, malah senjatanya dipretheli ya.." Dibyo komentar lagi.
"Padahal gempuran cukup menggetarkan ya boss.." Daryono mencoba menambahkan. Sementara Dibyo hanya ngangguk-angguk karena lagi berusaha menelan peuyeum.
"Ndilalah kok ya pake kebledhosan" Daryono nyruput kopi-krimnya Dibyo lagi.
"Yaa itu yang aneh...." Ridwan yang baru turun dari kelas ikut nimbrung. "Enak nih ngopi bersanding peuyeum."
"Senjata ampuh bukan dirawat malah dipretheli". Ridwan membuka mulut agak lebar.
"Kalo ada onderdil yang rusak, kan idealnya diperbaiki ganti onderdilnya dengan kualitas yang sama." Ridwan nyrocos karena baterenya baru dicas.
"Kalo cuma bedhil yang rusak sih tinggal diperbaiki atau ganti onderdil" protes Daryono. "Lha ini lembaga, onderdilnya orang.."
"Sama aja pak." Ridwan membela diri, "Ganti orangnya thooh..?"
"Ya.., kembali ke senjata yang mbledhos tadi." Dibyo menyela, "Paling ini karena waktu sangar-sangarnya KPK, banyak pihak yang kena."
"So...mumpung senjata itu lagi trobel, dipretheli, supaya gantinya nanti ndak seperti KPK sekarang, hehehe..." tambah Dibyo.
"Bisa juga begitu, mbledhosnya mungkin juga sudah dipersiapkan, kasih peluru yang mbebel, atau oli-oli perawatan justru yang bikin masalah." sahut Daryono.
"Jadi, ketika ada onderdil yang rusak, mempengaruhi onderdil lain." disambung Daryono lagi.
"Kaya pitmotor pake oli palsu ya pak..." Ridwan menyahut.
"Ndak tau lah...gimana maunya." Dibyo nyruput kopi-krimnya yang tinggal dikit.
****

Minggu, 25 Oktober 2009

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH

Dapat disimpulkan bahwa secara umum sesungguhnya bahwa Pendidikan Kewarganegaraan yang dilaksanakan di berbagai negara mengarahkan warga bangsa itu untuk mendalami kembali nilai-nilai dasar, sejarah, dan masa depan bangsa bersangkutan sesuai dengan nilai-nilai paling fundamental yang dianut bangsa bersangkutan. Sesungguhnya banyak aliran filsafat yang dapat dijadikan pembenar bagi upaya pendidikan kewarganegaraan (civic education). Namun, landasan filsafat tersebut, kemudian, perlu dicari relevansinva dengan kondisi dan tantangan kehidupan nyata dalam masyarakat tertentu, agar civic education (pendidikan kewarganegaraan) mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pemecahan persoalan kemasyarakatan yang sedang dan akan dihadapi suatu bangsa atau masyarakat. Oleh karenanya, apapun bentuk pendidikan kewarganegaraan yang dikembangkan di berbagai bangsa, nilai-nilai fundamental dari suatu masyarakat perlu dikembangkan sesuai dengan dinamika perubahan sosial, agar nilai-nilai fundamental tersebut menemukan relevansinya untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemecahan problem suatu masyarakat.

Menemukan Kembali Relevansi Nilai-Nilai Fundamental
Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan yang dikembangkan di Indonesia seharusnya juga mampu menemukan kembali relevansi nilai-nilai fundamental masyarakat dengan dinamika sosial yang berubah secara cepat. Bagi Muhammadiyah, pendidikan kewarganegaraan yang dikembangkan di lingkungan amal usaha pendidikannya pun harus mampu menemukan kembali relevansi nilai¬nilai fundamentalnya, yaitu nilai-nilai Islam dan keindonesiaan, dengan realitas dinamika sosial yang berkembang dalam masyarakat. Pemerintah sudah memberikan kebijakan yang lebih leluasa dalam pengembangan kurikulum di perguruan tinggi (Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 232/U/2000 yang diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 045/U/ 2002) yang lebih berpihak pada pengembangan school-based management. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi Muhammadiyah pun harus mampu mengembangkan kurikulum pendidikan yang menemukan relevansi nilai-nilai historis-fundamental masyarakat muslim di Indonesia dengan konteks dinamika sosial yang berkembang cepat, agar ilmu pengetahuan yang diajarkan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah bisa lebih membumi bagi upaya-upaya pemberdayaan dan pencerahan masyarakat di Indonesia.

Sentuhan Moral dan Social Skills
Seiring dengan dinamika sosial yang berkembang dengan cepat, Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus mampu merumuskan kembali orientasi filosofis dalam mengembangkan pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswanya. Dengan orientasi baru tersebut, pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah tidak hanya mengajarkan persoalan-persoalan cognitive domain (moral knowledge) semata, tetapi juga harus memberikan sentuhan moral and social action. Sentuhan moral and social action inilah yang justru harus mendapatkan perhatian dalam skala yang lebih tinggi, agar pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah mampu membentuk mahasiswa menjadi good and responsible citizen (warga yang baik dan bertanggung jawab) sebagai ultimate goal (tujuan utama) yang seharusnya dicapai oleh pendidikan kewarganegaraan. Dengan pendekatan seperti itu, Perguruan Tinggi Muhammadiyah akan mampu menanamkan moral and social skills kepada mahasiswa agar kelak mereka mampu memahami dan memecahkan persoalan¬persoalan aktual kemasyarakatan, seperti toleransi, perbedaan pendapat, empati, pluralisme, kesadaran hukum, tertib sosial, hak asasi manusia, demokratisasi, local wisdom, produktifitas dan kreativitas tinggi, tanggung jawab sebagai anggota dan pemimpin masyarakat, dan sebagainya.

Pengembangan Nilai-Nilai
Fenomena patologi sosial seperti yang telah disebutkan di atas tentunya juga harus menjadi tanggung jawab Perguruan Tinggi Muhammadiyah melalui civic education (pendidikan kewarganegaraan) yang dikembangkannya. Oleh karenanya, agenda penting yang perlu dikembangkan dalam civic education di Perguruan Tinggi Muhammadiyah antara lain sebagai berikut :
1. Pengembangan nilai-nilai demokratis, di antaranya meliputi keadilan, taat pada hukum (rule of law), kebebasan berpendapat dan berasosiasi, keterwakilan, kesetaraan gender, dan majority rules.
2. Pengembangan nilai-nilai kewargaan dan nilai-nilai komunitas (civic and community values), di antaranya meliputi penghargaan atas hak-hak individual, local needs, dan common good.
3. Pengembangan pemerintahan yang bersih (fair government), di antaranya meliputi partisipasi, hak untuk mendapatkan pelayanan secara adil, fairness, dan checks and balances.
4. Pembentukan identitas nasional (national identity), di antaranya berupa reorientasi nation building dalam bentuk bhinneka tunggal ika (unity in differences), independence, dan kebanggaan nasional (national pride).
5. Pengembangan ikatan sosial (social cohession), di antaranya meliputi toleransi (tolerance), keadilan sosial (social justice), dan keberterimaan (acceptance).
6. Pengembangan kehidupan pribadi (self-cultivation), meliputi cenderung pada kebenaran (truth), tunduk pada hukum (law abiding), jujur (honesty), kesopanan (civility), dan tolong-menolong (helping others).
7. Pengembangan kehidupan ekonomi (economic life), di antaranya meliputi persaingan sehat (fair competition), kesejahteraan (wealth), kewirausahaan (entepreneurship), dan pasar bebas (free market).
8. Pengembangan nilai-nilai keluarga (family values), di antaranya meliputi rasa tanggung jawab (respect), dukungan (support), perlindungan (protection), akhlak (moral behavior), sadar gender (gender sensitive), dan kebersamaan (togetherness).
Sejarah panjang Muhammadiyah memiliki landasan historis dan nilai¬nilai keislaman yang cukup kuat untuk melakukan pencerahan dan pemberdayaan masyarakat. Dan hal ini harus dirumuskan kembali untuk menjadi nilai-nilai fundamental guna ditemukan kembali relevansinya dengan persoalan-persoalan sosial yang dinamis berkembang cepat di masyarakat. Dan oleh karenanya, Perguruan Tinggi Muhammadiyah memiliki peran yang signifikan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Islam untuk menjadi spirit pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswanya, agar ilmu pengetahuan yang diajarkan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah memiliki landasan nilai yang kokoh dan membumi bagi upaya pencerahan, pemberdayaan, dan pendidikan masyarakat yang lebih luas.

Ditulis kembali dari: Asykuri ibn Chamin dkk, Civic Education, Pendidikan Kewarganegaraan, Diktilitbang Majelis Pendidikan Tinggi, Yogyakarta, 2003

Selasa, 13 Oktober 2009

INDONESIA (MEMANG) RAWAN GEMPA

Belum hilang dari benak seluruh penghuni negeri ini musibah besar gempa dan tsunami Aceh dan gempa dahsyat di Jateng-DIY kembali musibah gempa melanda sanak-saudara di Sumatera Barat. Memang terjadi pula gempa dan tsunami sempat terjadi di beberapa tempat di selang waktu bencana gempa dan tsunami yang telah disebut diatas. Tsunami di pantai selatan Pulau Jawa tengah dan barat, juga menelan korban yang tidak sedikit. Gempa di Tasik baru-baru ini disusul gempa yang kembali menyambangi sekitar Pulau Jawa.
Ada apa ini? Atau mengapa semua ini terjadi di negeri ini? Mungkin ada yang mengaitkan dengan kiamat, ada juga yang menganggap sebagai hukuman bahkan ada yang menganggap sebagai cobaan.
Terlepas dari anggapan-anggapan tadi, dari para peneliti dan buku –buku pengetahuan, ternyata ada penjelasan yang logis. Bahkan penjelasan tersebut – boleh dikatakan – tidak bertentangan dengan hukum-hukum Tuhan atau sunatullah.

Daratan Pun Bergerak
Banyak orang yang belum menyadari bahwa permukaan bumi yang ditempati terus bergerak. Pergerakan permukaan bumi sedemikian pelannya sehingga para penghuni di permukaan tidak merasakannya. Tidak sedikit pula orang yang belum tahu, bahwa susunan benua sekarang berbeda dengan susunan benua jutaan tahun yang lalu.
Bahkan melalui al Qur’an, Allah telah menjelaskan adanya pergerakan pada permukaan bumi.
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka diam, padahal ia bergerak seperti bergeraknya awan. (Demikian) perbuatan Allah yang membuat sesuatu dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.....” (QS An Naml, 27:88)
















Sumber: http://www.platetectonics.com/book/images/Pangaea.gif



Pertemuan Tiga Lempeng Besar
Kalau kita masih ingat pelajaran IPS SD atau SMP, bahwa Indonesia berada pada posisi silang dalam berbagai sisi. Tidak hanya dari sisi sosial, politik serta ekonomis dunia atau secara geografis bahkan secara geologis, wilayah Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng benua/samudera, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik, serta Lempeng Laut Pilipina.


sumber:http://media.photobucket.com/image/lempeng%20kulit%20bumi/koeniel/gb2_plates_USGS.gif

Dalam keadaan tersebut mau tidak mau, menjadikan Indonesia termasuk dalam wilayah yang rawan terjadi gempa. Pertemuan antara berberapa lempeng benua memungkinkan terjadinya pergesekan diantaranya, karena lempeng-lempeng benua tersebut senantiasa bergerak. Pergesekan yang terjadi akan mengakibatkan adanya getaran pada permukaan lempeng tersebut.


Sumber:http://wirocst.blog.friendster.com/files/pic8.gif

Di Indonesia pergerakan kulit bumi sering terjadi didaerah bagian barat, seperti Sumatera, selatan Pulau Jawa hingga Timor. Jalur wilayah ini merupakan jalur
yang rawan dengan gempa bumi. Jika sumber gempa bumi berada di dasar laut, biasanya diikuti dengan gelombang besar (tsunami). Semakin besar gempa bumi semakin besar pula kemungkinan timbul tsunami. Tsunami yang pernah terjadi di Alor, Jawa Timur, NAD dan Pantai Pangandaran, berlangsung kurang dari setengah jam setelah terjadinya gempa bumi.

Apapun komentar terhadap beberapa musibah gempa yang terjadi, yang penting kita sebagai penghuni negeri ini dapat menyikapinya dengan bijak. Kepada para korban semoga bisa menerima dengan ikhlas, tabah serta diberikan kekuatan untuk kembali bangkit.

Rabu, 30 September 2009

GEMPA SUMATERA:Bumi Memang Sudah Tua

Sambil mempersiapkan alat cukur, Warto 'sang jagal rambut' berkomentar, "Gempa lagi pak, tuh di Sumatera ratusan rumah rusak".
"Wah.., padahal baru saja kemarin kita merasakan beberapa kali gempa yang lumayan ya mas", sambil meletakkan pantatnya di kursi potong rambut. Dibyo memang senengnya cukur di pasar malam hari, biar bisa nyantai juga adem.
"Dah mau kiamat pa ya pak?" Warto mulai menyalakan alat cukur elektriknya dan mbabat rambut Dibyo."Sering ada gempa, tsunami, tanah longsor...laah bencana macem-macem."
"Mungkin juga, mas..." kepala Dibyo mengikuti instruksi Warto. "Bumi ini memang sudah tua mas."
"Kita ini yang harus siap-siap mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi," tambah Dibyo yang lagi kumat sok pinternya."Yang namanya bencana mang gak kira-kira".
"Bisa saja to, saya lagi cukur gini trus kurugan beton...hehehe..na'udzu billah..hehehe.."
Warto manggut-manggut sambil memainkan alat cukurnya serta sisir.
"Memang ya...mungkin juga itu peringatan bagi kita supaya ingat hari akhir, inget sama yang Maha Kuasa." Warto mencoba mengaitkan dengan kehendak Tuhan. "Orang dah banyak yang lupa dengan Yang Kuasa."
"Yang punya kekuatan dipakai buat nindes yang lemah, yang punya kepinteran minteri yang bodho." Warto nambah komentar, "Nah..., alam juga jadi korban keserakahan manusia sendiri".
"Ya..begitu mas...kelihatannya mereka begitu dekat dengan jalan-jalan Tuhan, tapi nyatanya mereka hanya memanfaatkan kepercayaan orang lain." Sambil memperhatikan gaya rambut yang sedang digarap Warto,"Banyak loh, orang-orang bertitel agama, tapi kurang melaksanakan aturanNya".
"Hehehe...justru karena merasa dekat dengan Tuhan, mereka lebih mudah untuk meminta maaf kepada Tuhan..hehehe." Warto terkekeh-kekeh oleh omongannya sendiri.
"Godhek sama kumis jenggot dikerok, pak?" lanjut Warto, merasa bertanggung jawab terhadap garapannya.
"Iya dong...malu saingan sama Thukul kumisnya, jenggot sekalian ya..."
"Moga mereka yang jadi korban diberi kekuatan, ketabahan dan bisa membangkitkan diri dari musibah itu mas." Dibyo melanjutkan diskusinya."Coba kalau kena saya, ndak tahu gimana perasaan ini."
"Iya...mereka kehilangan harta benda bahkan mungkin keluarga" Warto mulai melepas kain penutup badan, setelah membersihkan sisa-sisa cukuran di bagian leher dan tengkuk. "Tinggal yang selamat, jauh dari bencana dan punya kemampuan lebih membantu mereka."
"Berapa, mas..?" Dibyo berdiri dari kursi serta mengambil dompet di saku.
"Limaribu saja..."
"Makasih ya mas." satu lembar potret Imam Bonjol diserahkan ke Warto.
"Sama-sama pak.."

ENERGI NUKLIR IRAN: Ketakutan Barat terhadap Kekuatan Baru di Timur Tengah


Negara-negara Barat sedang mengalami kegusaran. Mereka mulai kuatir akan bangunnya raksasa di Timur-Tengah yang telah pulih dari sakitnya. Raksasa itu sedang berbenah diri, meningkatkan staminanya.
Raksasa itu adalah Republik Islam Iran, yang mulai bangkit sejak Revolusi Islam Iran. Sejak penggulingan rezim monarki Syah Reza Pahlevi, tiga puluh tahun silam, Iran berhasil membangun kembali negaranya dalam berbagai sendi.
Tetapi kemampuan bangkitnya Republik Islam Iran, agaknya membuat negara-negara BArat kuatir (mungkin lebih tepat: takut). Ketakutan negara-negara Barat, terutama Amerika, dikarenakan Iran bukan lagi pihak yang mau berjalan beriringan dengan mereka. Bahkan Iran yang sekarang adalah negara yang tidak lagi mau begitu saja menuruti kepentingan-kepentingan Amerika.


Amerika Serikat dan negara-negara Barat sangat berkepentingan dengan minyak yang ada di Timur-Tengah. Iran salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Bahkan Iran juga merupakan negara yang memiliki pengaruh besar di Timur-Tengah.
Kini Iran mampu membangun dan memanfaatkan teknologi nuklir. Walaupun berdalih untuk manfaat damai sebagai sumber energi listrik, tapi Amerika dan negara-negara barat tetap kuatir terhadap penggunaan nuklir Iran. Terlebih lagi Iran begitu gencar mempropagandakan anti-Israel. Bahkan Iran sering dituding sebagai negara penyokong terorisme dan pendukung gerakan anti Amerika dan anti Israel.
Di tengah kegelisahan barat terhadap Teheran, Iran beberapa kali sukses melakukan manuver rudal balistik. Tidak tanggung-tanggung rudal-rudal yang diuji adalah rudal-rudal yang memiliki jarak jangkauan yang tangguh. Tidak hanya mampu menghantam Israel dan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah, bahkan mampu mencapai kawasan Eropa selatan.
Andaikan Iran yang sedang tumbuh semakin maju menjadi kekuatan baru di TimurTengah masih dibawah Rezim Syah, mungkin Amerika Serikat dan Barat tidak akan menanggapi hal tersebut secara berbeda.


Begitu juga dalam penguasaan nuklir, mungkin justru Iran akan akan mendapatkan dukungan dalam pengembangannya, seperti terhadap Israel yang merupakan penjamin kemakmuran Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Semua negara berhak mengelola nuklir jika mampu dan digunakan secara damai dan bijak. Seperti kata Presiden Suriah Bashar al-Assad, "Semua negara mempunyai hak mengembangkan energi nuklir untuk maksud damai dan hak demikian dijamin dalam perjanjian dan konvensi-konvensi internasional".
Tapi memang begitu, Amerika dan negara-negara Barat tidak akan rela jika ada negara sekelas Iran mengusai nuklir bahkan tumbuh menjadi negara yang kuat.