Rabu, 02 November 2011
IDUL ADHA: Memaknai Kurban dalam Konteks Sosial
Tiap tahun umat Islam di dunia merayakan hari raya Idul Adha dan peristiwa kurban. Tentunya dalam perayaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban terdapat makna selain proses ritual, tetapi juga terdapat konteks peneguhan nilai-nilai kemanusiaan dan spirit keadilan, sebagaimana pesan tekstual utama agama.
Kurban dalam bahasa Arab sendiri disebut dengan qurbah yang berarti mendekatkan diri kepada Allah. Dalam ritual Idul Adha itu terdapat apa yang biasa disebut udlhiyah (penyembelihan hewan kurban). Pada hari itu kita menyembelih hewan tertentu, seperti domba, sapi, atau kerbau, guna memenuhi panggilan Tuhan.
Idul Adha juga merupakan refleksi atas catatan sejarah perjalanan kebajikan manusia masa lampau, untuk mengenang perjuangan monoteistik dan humanistik yang ditorehkan Nabi Ibrahim. Idul Adha bermakna keteladanan Ibrahim yang mampu mentransformasi pesan keagamaan ke aksi nyata perjuangan kemanusiaan.
Dalam konteks ini, mimpi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Ismail, merupakan sebuah ujian Tuhan, sekaligus perjuangan maha berat seorang Nabi yang diperintah oleh Tuhannya melalui malaikat Jibril untuk mengurbankan anaknya. Peristiwa itu harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang menunjukkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepasrahan seorang Ibrahim pada titah sang pencipta.
Bagi Ali Syari’ati (1997), ritual kurban bukan cuma bermakna bagaimana manusia mendekatkan diri kepada Tuhannya, akan tetapi juga mendekatkan diri kepada sesama, terutama mereka yang miskin dan terpinggirkan. Sementara bagi Jalaluddin Rakhmat (1995), ibadah kurban mencerminkan dengan tegas pesan solidaritas sosial Islam, mendekatkan diri kepada saudara-saudara kita yang kekurangan.
Dengan berkurban, kita mendekatkan diri kepada mereka yang fakir. Bila Anda memiliki kenikmatan, Anda wajib berbagi kenikmatan itu dengan orang lain. Bila Anda puasa, Anda akan merasa lapar seperti mereka yang miskin. Ibadah kurban mengajak mereka yang mustadh’afiin untuk merasakan kenyang seperti Anda.
Atas dasar spirit itu, peringatan Idul Adha dan ritus kurban memiliki tiga makna penting sekaligus. Pertama, makna ketakwaan manusia atas perintah sang Khalik. Kurban adalah simbol penyerahan diri manusia secara utuh kepada sang pencipta, sekalipun dalam bentuk pengurbanan seorang anak yang sangat kita kasihi.
Kedua, makna sosial, di mana Rasulullah melarang kaum mukmin mendekati orang-orang yang memiliki kelebihan rezeki, akan tetapi tidak menunaikan perintah kurban. Dalam konteks itu, Nabi bermaksud mendidik umatnya agar memiliki kepekaan dan solidaritas tinggi terhadap sesama. Kurban adalah media ritual, selain zakat, infak, dan sedekah yang disiapkan Islam untuk mengejewantahkan sikap kepekaaan sosial itu.
Ketiga, makna bahwa apa yang dikurbankan merupakan simbol dari sifat tamak dan kebinatangan yang ada dalam diri manusia seperti rakus, ambisius, suka menindas dan menyerang, cenderung tidak menghargai hukum dan norma-norma sosial menuju hidup yang hakiki.
Bagi Syari’ati, kisah penyembelihan Ismail, pada hakikatnya adalah refleksi dari kelemahkan iman, yang menghalangi kebajikan, yang membuat manusia menjadi egois sehingga manusia tuli terhadap panggilan Tuhan dan perintah kebenaran. Ismail adalah simbolisasi dari kelemahan manusia sebagai makhluk yang daif, gila hormat, haus pangkat, lapar kedudukan, dan nafsu berkuasa. Semua sifat daif itu harus disembelih atau dikorbankan.
Pengorbanan nyawa manusia dan harkat kemanusiaannya jelas tidak dibenarkan dalam ajaran Islam dan agama mana pun. Untuk itu, Ibrahim tampil menegakkan martabat kemanusiaan sebagai dasar bagi agama tauhid, yang kemudian dilanjutkan oleh Nabi Muhammad dalam ajaran Islam. Ali Syari’ati mengatakan Tuhan Ibrahim itu bukan Tuhan yang haus darah manusia, berbeda dengan tradisi masyarakat Arab saat itu, yang siap mengorbankan manusia sebagai “sesaji” para dewa.
Ritual kurban dalam Islam dapat dibaca sebagai pesan untuk memutus tradisi membunuh manusia demi “sesaji” Tuhan. Manusia, apa pun dalihnya, tidak dibenarkan dibunuh atau dikorbankan sekalipun dengan klaim kepentingan Tuhan. Lebih dari itu, pesan Idul adha (Kurban) juga ingin menegaskan dua hal penting yang terkandung dalam dimensi hidup manusia (hablun minannas).
Pertama, semangat ketauhidan, keesaan Tuhan yang tidak lagi mendiskriminasi ras, suku atau keyakinan manusia satu dengan manusia lainnya. Di dalam nilai ketauhidan itu, terkandung pesan pembebasan manusia dari penindasan manusia lainnya atas nama apa pun. Kedua, Idul Adha juga dapat diletakkan dalam konteks penegakan nilai-nilai kemanusiaan, seperti sikap adil, toleran, dan saling mengasihi tanpa dilatarbelakangi kepentingan-kepentingan di luar pesan profetis agama itu sendiri.
Masalahnya, spirit kemanusiaan yang seharusnya menjadi tujuan utama Islam, dalam banyak kasus tereduksi oleh ritualisme ibadah-mahdah. Seakan-akan agama hanya media bagi individu untuk berkomunikasi dengan Tuhannya, yang lepas dari kewajiban sosial-kemanusiaan. Keberagamaan yang terlalu teosentris dan sangat personal itu, pada akhirnya terbukti melahirkan berbagai problem sosial dan patologi kemanusiaan.
Alquran menganjurkan kita agar mengikuti agama Ibrahim yang hanif, lurus dan tidak menyimpang. Selain hanif, agama Ibrahim juga agama yang samaahah, yang toleran terhadap manusia lain. Pesan kurban harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi umat, seperti perwujudan kesejahteraan, keadilan, persaudaraan, dan toleransi. Sulit membayangkan jika banyak umat yang saleh secara ritual, khusyuk dalam berdoa, dan rajin berkurban, tetapi justru paling tak peduli pada tampilnya kemungkaran.
Sekaranglah saatnya kita mewujudkan penegakan solidaritas dan keadilan sosial sebagaimana diajarkan Nabi Ibrahim, dan membumikan ajaran Ismail sebagai simbol penegakan nilai-nilai ketuhanan di tengah-tengah kehidupan umat manusia yang kian individual, pragmatis, dan menghamba pada materi. Karena, seperti kata Rabindranath Tagore (1985), Tuhanmu ada di jalan di mana orang menumbuk batu dan menanami kebunnya, bukan di kuil yang penuh asap dupa dan gumaman doa para pengiring yang sibuk menghitung lingkaran tasbih.
Minggu, 23 Oktober 2011
SIMONCELLI MENINGGAL SAAT BERTANDING
Pebalap MotoGP Gresini Honda asal Italia, Marco Simoncelli akhirnya meninggal setelah kecelakaan yang melibatkan Colin Edwards dan Valentino Rossi di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11). Demikian pengumuman resmi seperti dikutip AFP. "Ini resmi. Dia sudah meninggal. Dia menyerah," ujar seorang pejabat dari Dorna yang merupakan perusahaan pemegang hak siar MotoGP.Kecelakan , juga membuat GP Malaysia musim 2011 secara resmi dibatalkan.
Kecelakaan horor itu menyebabkan Simoncelli terkapar di trek dengan helm terlepas dan dia sama sekali tidak bergerak, sedangkan Edwards terseret keluar trek dan mengalami dislokasi bahu. Sementara itu Rossi selamat, karena mampu menguasai motor sehingga hanya melebar ke luar trek dan Ducati GP11.1 tunggangannya hanya mengalami kerusakan ringan.
Pada awal lomba, empat pembalap Honda langsung berada di depan setelah lampu merah padam. Stoner, yang start dari urutan kedua, berhasil mendahului Pedrosa, selaku pemegang pole position, disusul Andrea Dovizioso, dan Simoncelli. Hanya satu lap saja, Stoner, yang akhir pekan lalu sudah memastikan diri menjadi juara dunia MotoGP 2011, sudah unggul lebih dari 1 detik atas Pedrosa.
Namun di posisi keempat, terjadi pertarungan seru antara Simoncelli dengan pebalap Rizla Suzuki, Alvaro Bautista. Mereka saling mendahului dalam beberapa kesempatan, sebelum kecelakaan horor menimpa Simoncelli, yang terlibat dalam benturan antara dirinya dengan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, dan pebalap Ducati, Valentino Rossi. Saat memasuki lap kedua di Tikungan 11, Simoncelli jatuh dan melibatkan kedua rivalnya tersebut.Bendera merah langsung dikibarkan marshal untuk menghentikan balapan di Sepang itu. Keadaan tidak memungkinkan lagi untuk melakukan balapan pada hari Minggu ini, karena tim medis konsentrasi memperhatikan kondisi Simoncelli - belum ada keterangan resmi kondisi pebalap Italia itu, dan trek pun tak siap untuk gelar balapan, sehingga panitia mengumumkan tak bisa menggelar lomba seri ke-17 ini.
Label:
2011,
edwards,
gp,
kecelakaan,
malaysia,
meninggal,
motogp,
rossi,
sepang,
simoncelli,
valentino
Rabu, 12 Oktober 2011
YAMAHA BYSON IMPOR DARI THAILAND?
Mungkin akan kaget jika terselip di benak kalo Yamaha Byson Indonesia impor dari Thailand. Karena yang kita tahu justru Yamaha Indonesia yang terbesar di Asia Tenggara. Masa ngimpor sih...
Eiit tunggu dulu... Bener kook... Yamaha Indonesia impor dari Thailand. Tapi...itu duluu... karena YMKI kewalahan memenuhi permintaan Byson di Indonesia. Maka solusinya...impor dari Thailand deeh...
Ternyata ooo...ternyata.... Byson varietas Thailand dirasa kurang siip kalo dibanding Byson lokal...(nggak kaya produk agro-nya...kalo dari Bangkok...lebih sipp..)
Namun, kualitas motor dari Thailand dianggap pihak YMKI tidak memenuhi standar kualitas di Indonesia. Untuk itu Yamaha memilih untuk memproduksi sendiri Byson di Indonesia, demi meningkatkan penjualan pada 2012 mendatang.
"Banyak faktor yang membuat Byson sepertinya kekurangan stok. Tapi, kapasitas produksi di dalam negeri memang kurang, selain itu impor dari Thailand tidak memenuhi standar,” jelas Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, Dyonisius Beti.
YMKI tidak hanya akan menggenjot produksi varian Byson. Namun, varian lain juga akan digenjot produksinya. Menurut Dyonisius peminat motor sport masih belum mendominasi penjualan YMKI, untuk itu semua varian juga akan mendapat penambahan produksi.
Remmm poollll.....gassss pooollllll......rrrrrrrrrrhuuuuuhmmmm....
Eiit tunggu dulu... Bener kook... Yamaha Indonesia impor dari Thailand. Tapi...itu duluu... karena YMKI kewalahan memenuhi permintaan Byson di Indonesia. Maka solusinya...impor dari Thailand deeh...
Ternyata ooo...ternyata.... Byson varietas Thailand dirasa kurang siip kalo dibanding Byson lokal...(nggak kaya produk agro-nya...kalo dari Bangkok...lebih sipp..)
Namun, kualitas motor dari Thailand dianggap pihak YMKI tidak memenuhi standar kualitas di Indonesia. Untuk itu Yamaha memilih untuk memproduksi sendiri Byson di Indonesia, demi meningkatkan penjualan pada 2012 mendatang.
"Banyak faktor yang membuat Byson sepertinya kekurangan stok. Tapi, kapasitas produksi di dalam negeri memang kurang, selain itu impor dari Thailand tidak memenuhi standar,” jelas Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, Dyonisius Beti.
YMKI tidak hanya akan menggenjot produksi varian Byson. Namun, varian lain juga akan digenjot produksinya. Menurut Dyonisius peminat motor sport masih belum mendominasi penjualan YMKI, untuk itu semua varian juga akan mendapat penambahan produksi.
Remmm poollll.....gassss pooollllll......rrrrrrrrrrhuuuuuhmmmm....
Selasa, 06 September 2011
INDONESIA VS BAHRAIN, Pra Piala Dunia 2014 Asia Grup 5
"Haduuh....ya suudaaah...." teriak mbah Parjo.
"Hehehe...ndak usaah kecewa..." Kang Dibyo menyela.
"dua kosoong...pun ndak selesai...!" Sigit ikutan komen.
"Indonesia vs Bahrain bisa segitu aja daah siip..." Sela mbah Kriyo. "Coba kalo sampai waktunya abis...abis deeh..."
"Jangan ngenyek Mbah...!" Sigit protes. "Ndak punya rasa nasionalisme ni mbah Kriyo!"
"Laah...ini nasionalisme saya!" Mbah Kriyo Kriyo membela diri.
"Gimana sih mbah...nasionalisme-nya kok ngenyek?" mbah Parjo mempertanyakan nasionalisme mbah Kriyo.
"Mang harus gimana...?" Ganti mbah Kriyo bertanya. "Mang kalo tim kita kalah harus ngamuk?"
"Ya nggak gitu juga!" Koreksi Sigit.
"Dilihat dari postur...dah kelihatan...dari gizi...jauuuh" Terang Kang Dibyo.
"Lha ituu...Timnas kita Indonesia gizinya telur lehor...Tim Bahrain sana telur unta...hahahaha...!" mbah Parjo menggaris bawahi.
"Hehehehe....mental ...payah...!" mbah kriyo komen sambil nyruput kopi. "Yang main dah bagus.... hlaah yang nonton malah ngrusak!"
"Apa yaa...mang dah bawaan ya mbah!" Kang Dibyo mengorek info.
"Pikir Sendiri!" Mbah Kriyo wegah komen lagi karena kembali konsen nonton pertandingan yang dilanjutkan.
"Hehehe...ndak usaah kecewa..." Kang Dibyo menyela.
"dua kosoong...pun ndak selesai...!" Sigit ikutan komen.
"Indonesia vs Bahrain bisa segitu aja daah siip..." Sela mbah Kriyo. "Coba kalo sampai waktunya abis...abis deeh..."
"Jangan ngenyek Mbah...!" Sigit protes. "Ndak punya rasa nasionalisme ni mbah Kriyo!"
"Laah...ini nasionalisme saya!" Mbah Kriyo Kriyo membela diri.
"Gimana sih mbah...nasionalisme-nya kok ngenyek?" mbah Parjo mempertanyakan nasionalisme mbah Kriyo.
"Mang harus gimana...?" Ganti mbah Kriyo bertanya. "Mang kalo tim kita kalah harus ngamuk?"
"Ya nggak gitu juga!" Koreksi Sigit.
"Dilihat dari postur...dah kelihatan...dari gizi...jauuuh" Terang Kang Dibyo.
"Lha ituu...Timnas kita Indonesia gizinya telur lehor...Tim Bahrain sana telur unta...hahahaha...!" mbah Parjo menggaris bawahi.
"Hehehehe....mental ...payah...!" mbah kriyo komen sambil nyruput kopi. "Yang main dah bagus.... hlaah yang nonton malah ngrusak!"
"Apa yaa...mang dah bawaan ya mbah!" Kang Dibyo mengorek info.
"Pikir Sendiri!" Mbah Kriyo wegah komen lagi karena kembali konsen nonton pertandingan yang dilanjutkan.
Label:
bahrain,
Indonesia,
ngenyek,
piala dunia,
pra piala dunia,
vs
Senin, 05 September 2011
SPAGHETTI APA MIE?
"Ya ini masakan Itali...namanya Spaghetti...mang bentuknya kaya gini!" terang Erni yang pernah tahu masakan Itali model kaya gitu.
"Ah ini sih mie cuma rasanya agak beda!" Protes Sukir lagi.
"Hehehe...iya boss... yang namanya spaghetti ya kaya gini...ini masakan Itali, bentuknya persis mie..." Terang Kang Dibyo.
"Sorry boss Sukir...bukan bermaksud ngapusi, mang spaghetti itu aslinya mie" lanjut Kang Dibyo.
"Lho kok...." Erni heran.
"Kan Spaghetti makanan khas Itali, kok dari Cina?" Sambung Sukir.
"Ini gara-gara Marco Polo yang keluyuran sampai ke Cina 1271 dan tinggal di sana selama belasan tahun," terang kang Dibyo sok tau.
"Sepulang dari Cina, Marco Polo mempopulerkan cara membuat mie di kampungnya, jadilah, mie Italia yang kemudian disebut spaghetti," lanjutnya, "Baru 1/2 abad setelah Marco Polo kembali ke tanah airnya, spaghetti dan spaghettini yang berbentuk seperti mie itu dikenal luas di Italia."
"Dan sekarang kita makan spaghetti, yang kesannya wah...padahal asalnya mie juga!" Sukir bergumam.
Label:
cina,
itali,
kang dibyo,
marco polo,
mie,
spaghetti
Selasa, 29 Maret 2011
JACKY CHAN MENINGGAL: HOAX

Mungkin benak para penggemar Jackie Chan terhenyak...dengan beredarnya berita kematian aktor kocak ahli kungfu itu di internet....Mungkin juga benak penggemar Jackie Chan bingung...sementara ada penyangkalan... Mana yang benar...
Internet tak ubahnya dunia...dunia dalam wujud maya...sama persis. Walau melalui perantara mesin...perangkat keras elektronika dan perangkat lunak program... tetap saja...isinya manusia. Manusia tetap berperan didalamnya. dan kita pasti sudah tau... manusia ada yang baik dan ada yang kurang baik.
Ya...dunia internet pun, jadinya seperti itu... ada yang baik... dan ada yang kurang baik. Banyak website atau weblog yang konten-kontennya sangat bermanfaat tapi tidak sedikit pula yang seprtinya menjerumuskan.
Masalah ini telah berkali-kali muncul...naah kali ini menimpa Jackie Chan yang dikabarkan meninggal... Kabarnya meninggal di rumah sakit karena terkena serangan jantung... Berita mininggalnya Jackie Chan tersebut tersebar melalui jejaring sosial bahkan menjadi salah satu Trending Topic di Twitter. Menariknya lagi, kabar kematian ini tak hanya tersebar di Twitter saja. Bahkan sempat ada situs yang memberitakan bahwa legenda kung fu ini memang meninggal akibat serangan jantung di sebuah rumah sakit di Los Angeles.
Beberapa website menegaskan tantang kabar tersebut adalah sekedar hoax...apalagi bulan April sudah menjelang...yaa..April Mop...ada yang menghalalkan kebohongan di April Mop...sekedar untuk ngerjain...kelakar...apapun itu...walaupun kadang tidak menyenangkan...
Kembali ke hoax meninggalnya Jackie Chan... menanggapi benar tidaknya konten di internet...kembali ke diri pengguna...bijak, berpikir jernih, cerdas dan moral...gitu aja lah...
Jumat, 11 Maret 2011
GEMPA-TSUNAMI DAHSYAT MELANDA JEPANG
Subhanallah....(atau semacamnya) mungkin itu yang terucap dari mulut. Belum lagi terhilang dari benak bencana tsunami yang terjadi Aceh dan Nias, masyarakat terhenyak kabar akan datangnya tsunami di daerah Sulawesi, Maluku dan Papua.
Memang Tsunami tersebut bukan bersumber di daerah Indonesia, tetapi dari gempa dahsyat (8,9 SR) yang terjadi di Jepang. Namun imbasnya dipastikan gelombang tersebut akan sampai di beberapa daerah di Indonesia, walaupun tidak sedasyat di Jepang.
Gempa tersebut mengakbatkan Tsunami yang cukup dahsyat, bahkan tercatat sebagai gempa terbesar sepanjang sejarah yang pernah terjadi di Negeri Sakura. Sepanjang catatan kegempaan di Jepang, belum pernah terjadi gempa kuat yang langsung disusul tsunami tersebut (KOMPAS.com).
Gempa berskala yang mengguncang Jepang pada Jumat 11 Maret 2011 sore pukul 05.46 GMT mengakibatkan gelombang tsunami. Tsunami menerjang mencapai jarak 5 KM dari garis pantai. Salah satunya wilayah Fukushima (detiknews.com). Tsunami setinggi 10 meter telah menyapu Kota Sendai sehingga banyak rumah terendam air laut. Sementara itu, landas pacu Bandara Sendai terendam akibat tsunami, menurut laporan dari media lokal.
Asap hitam juga membubung dari kawasan industri di daerah Yokohama Isogo. Terlihat perahu, mobil, truk, serta pesawat terbang hanyut disapu tsunami. Sebuah jembatan, lokasinya tidak diketahui, tampak runtuh ke dalam air.
Gempa yang memicu tsunami setinggi sekitar 10 meter diperkirakan lebih dari 200 orang meninggal (TEMPO Interaktif.com). Korban yang ditemukan berada di pantai Sindai, dan Pulau Honshu. Sebagaian lainnya, seperti dikutip dari kantor berita Reuters, masih dinyatakan hilang.
Meski korban akibat gempa di Jepang telah mencapai ratusan orang, namun hingga saat ini belum ada WNI yang menjadi korban tewas. WNI yang berada di Jepang, khususnya di wilayah Miyagi dan Kota Sendai telah berada di tempat yang aman setelah terjadi bencana gempa sebesar 8,9 SR siang tadi (detiknews.com).
Langganan:
Postingan (Atom)



