Selasa, 31 Maret 2009

MANFAAT BLOG BAGI GURU


Internet dan Manfaatnya
Dunia saat ini tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Teknologi IT telah mendobrak belenggu ruang dan waktu. Segala hal dapat dilakukan melampaui ruang dan waktu. Bahkan umurpun tidak membatasinya, yang tua bahkan yang belia dapat menmbus keterbatasan di dunia ini.
Internet adalah salah satu teknologi IT yang berhasil dikembangkan oleh manusia. Bebagai kegiatan dapat dilakukan melalui keberadaan internet, bahkan kegiatan-kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan IT.
Memang segala sesuatu memiliki resiko. Internet sebagai suatu produk teknologi pasti membawa berbagai pengaruh, baik positif maupun negatif.
Terlepas dari pengaruh-pengaruhnya, yang jelas internet memiliki manfaat bagi kehidupan manusia terutama dalam bidang informasi. Segala bentuk informasi dapat disampaikan dan diterima dengan cepat dengan mengesampingkan jarak dan waktu. Termasuk dalam bidang pendidikan. Dapat dikatakan bahwa internet merupakan tantangan masa kini menuju masa depan, dengan pengaruh pengaruhnya.
Pengaruh-pengaruh buruk dari adanya internet secara teknis (mungkin) dapat diantisipasi. Banyak perangkat-perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menangkal pengaruh buruk internet tersedia di internet. Kehati-hatian, tanggung-jawab pengguna serta pengawasan orang dewasa terhadap anak-anak sedikit banyak dapat mengatasi pengaruh buruk internet.

Manfaat Internet dalam Pendidikan
Hampir semua kalangan mengenal internet, tidak hanya orang dewasa, anak-anak kecilpun mulai mengenal internet. Bahkan, salah satu produk internet, chatting banyak digandrungi oleh para remaja hingga anak-anak. Game secara online saat ini sedang mengalami booming, para remaja memainkankannya secara bersama pada tempat yang berbeda dengan jarak yang tak terpikirkan. Masih banyak fasilitas yang disediakan internet, transaksi produk, tranformasi ilmu, budaya, sejarah dan banyak lagi yang dapat diakses. Fasilitas-fasilitas tersebut tersedia dalam bentuk situs (yang dikenal dengan website) atau blog.
Internet juga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan. Penyampaian materi pembelajaran, pengumpulan tugas, konsultasi dalam hal pendidikan bahkan untuk akses nilai, yang semuanya dapat dilakukan secara jarak jauh atau online. Proses pembelajaran dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun bahkan dalam jarak yang jauh. Bagi peserta didik materi tidak hanya didapatkan dari guru tetapi dapat didapat melalui browsing (menjelajahi situs-situs internet). Bahkan pendidik dan peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan untuk pengayaan materi.

Manfaat Blog bagi Guru
Istilah blog merupakan kependekan dari Weblog, yang digunakan untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.Blog merupakan teks dokumen, gambar, obyek media, dan data yang tersusun secara rapi dan menurut kronologi tertentu, yang dapat dilihat melalui browser internet dan biasanya berisi catatan atau jurnal pribadi. Diantara penyedia skin blog gratis adalah; blogspot, wordpress, multiply dan masih banyak lagi.Istilah weblog pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Hingga saat ini blog berkembang dengan pesat. Diantara pengguna blog adalah para remaja, mahasiswa, politisi, selebiritis hingga anak-anak usia belia.
Blog memberi keleluasaan bagi para pengunanya untuk menulis, mengungkapkan apapun yang ada di dalam benaknya. Ide-ide cemerlang, pengalaman-pengalaman menarik atau hanya sekedar catatan harian dapt di publikasikan kepada pengguna internet yang lain. Blog juga dapat dimanfaatkan menjadi semacam situs yang murah karena banyak penyedia layanan blog gratis. Melalui blog seseorang dapat dikenal oleh orang lain dilain tempat bahkan dengan jarak yang jauh.
Blog menawarkan pilihan bagi pengguna sebagai sarana menulis, berdiskusi dan berbagi pengetahuan pengguna lain, blog juga merupakan sarana yang cepat dan mudah sebagai sarana penyebaran hasil-hasil penelitian, penataran, penelitian, workshop dan berbagai macam tulisan lainnya.
Begitu luasnya manfaat blog, alangkah tepat jika dimafaatkan sebagai sarana untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar(KBM). Proses KBM dapat terbantu dengan adanya fasilitas-fasilitas yang ada didalam blog. Banyak kemudahan-kemudahan yang dapat dilakukan melalui blog. Proses KBM dapat dilakukan diluar kelas, penyampaian materi, pemberian tugas serta pengumpulannya atau bahkan kegiatan evaluasi.
Bagi guru sendiri blog memiliki beberapa manfaat beberapa, antara lain :

1. Sarana Aktualisasi Diri
segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas keseharian guru dapat ditampilkan dalam blog yang dikelola untuk dapat dibaca oleh guru lain atau siswa.

2. Sarana Pembuka Wawasan
proses pencarian dengan search engine yang terus menerus akan membuka dan menambah wawasan guru tentang dunianya dan dunia ilmu pengetahuan pada umumnya

3. Meningkatkan Ketrampilan Menulis
Dengan sering menulis dalam blog, keterampilan menulis akan meningkat dengan sendirinya

4. Sarana Berbagi Informasi
Penyebaran informasi akan berjalan dengan cepat dan mudah, karena pengelola blog dapat saling memberi link dengan blog lain.(Rusdi Mustapa, S.Pd. http://mansurakarta.com)

5. Sarana Tutorial Pembelajaran
Guru dapat membuat dan meresume materi pelajaran kemudian meletakkannya ke dalam sebuah blog, sehingga siswa dapat mengakses materi guru dengan mudah, tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Penggunaan blog sebagai media pembelajaran sangat usabilitas (mudah digunakan) dan maintanabel (mudah dikelola dan dirawat).

Demikian manfaat yang ada pada internet, khususnya blog, yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan pendidikan. Keberadaan blog yang kaya manfaat masih jarang dimanfaatkan oleh sebagian guru. Padahal keberadaan blog bagi guru kalau kita kaji secara mendalam mempunyai banyak manfaat.

Kamis, 19 Maret 2009

SINETRON INDONESIA: MAKANAN TERKONTAMINASI BAHAN BERBAHAYA

Hampir semua orang di Inonesia khususnya sangat menyukai sinetron. Di pasar, di sekolah, di beranda rumah, bahkan mungkin di sawah. Di sela-sela perbincangan saat orang sedang bekerja atau duduk-duduk, tidak jarang terselip cerita tentang cerita di sinetron. Mereka menceritakan kejadian di sinetron seakan-akan itu kejadian yang benar-benar terjadi. Bahkan mengungkapkan simpati terhadap tokoh yang tertindas. Tidak jarang mereka cerita sampai menangis.

Begitu merasuknya cerita sinetron ke dalam hati para pemirsa televisi Indonesia hampir di semua lini kehidupan. Maka dari pihak produser berlomba-lomba menciptakan sinetron yang mudah dicerna oleh masyarakat. Mereka berlomba-lomba merebut hati khalayak pemirsa televisi untuk dapat mengangkat rating mereka. Sampai-sampai membuat cerita sinetron yang sama dengan seting dan tokoh yang berbeda. Kalau perlu sinetron dibuat cerita yang berlanjut walaupun sering tidak masuk akal.

Mungkin bila hanya sekedar menonton tidak masalah, tapi sering sudah menjadi suatu baggian dari kehidupan. Tidak ada hari tanpa menonton sinetron. Mereka sangat getun, merasa rugi jika terlewatkan satu seri sekalipun. Apalagi sampai melalaikan kewajiban-kewajiban yang seharusnya dilakukan. Menyuapi anak sambil nonton, atau yang seharusnya menemani anak belajar.

Anak-anak usia sekolah juga ikut terhanyut oleh acara sinetron yang sebagian besar sangat bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan. Banyak memang sinetron yang mengambil seting pendidikan, agama atau memperlihatkan moralisme, tetapi dalam kenyataan bertentangan dengan itu.

Ambil contoh sinetron Muslimah, mengambil seting seorang wanita muslimah, latar belakang Islam tetapi menyertakan hal-hal diluar nalar serta tahayul. atau pada judul-judul lain yang hampir sama.
Dulu ada Bawang Putih Bawang Merah seekarang Amara dan Kasih, dua sinetron sama beda judul. Sinetron tersebut mengambil seting dunia remaja serta sesekali tempat pendidikan. walaupun melibatkan situasi pendidikan tetapi sangat jauh dari usaha mendidik.

Masih banyak lagi sinetron yang seakan-akan menggambarkan upaya pendidikan tetapi, sekali lagi sangat jauh dari dunia pendidikan. Boleh dikatakan lebih cocok pembodohan, pembelokan arti sekolah, pengkaburan sosok pendidik (guru), serta penanaman sikap benci.

Kenyataan seperti itu yang sering kita lihat di dunia sinetron, kita hanya bisa mengelus dada serta prihatin, karena tidak dapat berbuat banyak. Segala upaya untuk menghentikan pengaruh-pengaruh buruk sulit untuk ditindak lanjuti karena terbentuk kekuatan modal raksasa dengan berbagai argumen juga kapitalnya menghalangi upaya -upaya tersebut.

Mungkin dapat saya gambarkan seperti pada judul. Sinetron kita ibarat makanan di pasaran resmi yang terkontaminasi oleh bahan-bahan berbahaya, tetapi tak ada yang bisa menghentikan peredarannya.

Selasa, 03 Maret 2009

Memotret Diri Sendiri: Pekerjaan Sulit

Baru-baru ini saya melihat-lihat album foto di tempat kerja karena saya butuh untuk nambah-nambah gambar di blog atau di facebook. Lha, ternyata jarang banget foto foto saya. Di tiap acara yang terdokumentasi gambar saya paling hanya satu, dua, tiga....
Ya jelas foto saya jarang di album foto, karena saya yang pegang kemera.
Yaa gituu, sedihnya kalau dipasrahi kamera, pada acara-acara yang mengandung kesan-kesan indah, dirinya gak ikut terekam. Itu hukum alam. Bisa....pakai selfshoot! Berarti bukan kita yang motret!
Yang namanya tukang foto sudah pasti dirinya gak ada difoto yang ia jepret. Kalaupun ada fotonya, berarti bukan tukang fotonya yang njepret.
Sambil melamunkan andai saya tidak pegang kamera, nyambung dengan pepatah sulit ukur baju sendiri. Muncul pepatah baru....Sulit memotret diri sendiri.
Iya kan? Betapa sulitnya memotret diri sendiri bahkan kayanya nggak bisa tanpa alat bantu. Kita baru bisa memotret diri kita sendir harus memakai alat bantu, pakai mode selfshooter (atau apa, pokoknya bisa motret sendiri) kalau nggak pakai cermin, tapi kelihatan kameranya doong!
Memang, kita sulit melihat diri sendiri tanpa alat bantu atau bantuan orang lain. Muka kita seperti apa, jerawatnya berapa, letak hidungnya dimana, matanya simetris apa tidak, mungkin ada corengan arang. Masih banyak bagian lain dari diri kita yang sulit kita lihat.
Selama hidup kita hanya bisa melihat orang lain. Akibatnya kita akan melihat kita merasa diri kita sebagai subjek dan yang kita lihat adalah objek. Subjek lebih mudah mengamati objek.
Repotnya sering kali diri sebagai subjek hanya melihat kekurangan dari objek. Atau juga apa yang terjadi pada objek harus sesuai dengan kemauan subjek.
Kalau semuanya merasa sebagai subjek, maka jelas terjadi berbagai benturan antar subjek yang masing-masing punya kemauan, kepentingan, atau tujuan.
Ya... itu.... memang perlu ada alat bantu untuk bisa motret diri sendiri, merekam video sendiri, atau cermin untuk bisa membersihkan muka sendiri, sisiran, mencet jerawat, cukur kumis-jenggot sendiri dll lah...
Pikir-pikir memang sulit sih melihat diri sendiri, sering juga saya bertengkar, berprasangka, menggunjing dan sebagainya karena baru bisanya melihat orang lain.
Sulit memang...sulit pitik.....