Selasa, 13 Oktober 2009

INDONESIA (MEMANG) RAWAN GEMPA

Belum hilang dari benak seluruh penghuni negeri ini musibah besar gempa dan tsunami Aceh dan gempa dahsyat di Jateng-DIY kembali musibah gempa melanda sanak-saudara di Sumatera Barat. Memang terjadi pula gempa dan tsunami sempat terjadi di beberapa tempat di selang waktu bencana gempa dan tsunami yang telah disebut diatas. Tsunami di pantai selatan Pulau Jawa tengah dan barat, juga menelan korban yang tidak sedikit. Gempa di Tasik baru-baru ini disusul gempa yang kembali menyambangi sekitar Pulau Jawa.
Ada apa ini? Atau mengapa semua ini terjadi di negeri ini? Mungkin ada yang mengaitkan dengan kiamat, ada juga yang menganggap sebagai hukuman bahkan ada yang menganggap sebagai cobaan.
Terlepas dari anggapan-anggapan tadi, dari para peneliti dan buku –buku pengetahuan, ternyata ada penjelasan yang logis. Bahkan penjelasan tersebut – boleh dikatakan – tidak bertentangan dengan hukum-hukum Tuhan atau sunatullah.

Daratan Pun Bergerak
Banyak orang yang belum menyadari bahwa permukaan bumi yang ditempati terus bergerak. Pergerakan permukaan bumi sedemikian pelannya sehingga para penghuni di permukaan tidak merasakannya. Tidak sedikit pula orang yang belum tahu, bahwa susunan benua sekarang berbeda dengan susunan benua jutaan tahun yang lalu.
Bahkan melalui al Qur’an, Allah telah menjelaskan adanya pergerakan pada permukaan bumi.
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka diam, padahal ia bergerak seperti bergeraknya awan. (Demikian) perbuatan Allah yang membuat sesuatu dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.....” (QS An Naml, 27:88)
















Sumber: http://www.platetectonics.com/book/images/Pangaea.gif



Pertemuan Tiga Lempeng Besar
Kalau kita masih ingat pelajaran IPS SD atau SMP, bahwa Indonesia berada pada posisi silang dalam berbagai sisi. Tidak hanya dari sisi sosial, politik serta ekonomis dunia atau secara geografis bahkan secara geologis, wilayah Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng benua/samudera, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik, serta Lempeng Laut Pilipina.


sumber:http://media.photobucket.com/image/lempeng%20kulit%20bumi/koeniel/gb2_plates_USGS.gif

Dalam keadaan tersebut mau tidak mau, menjadikan Indonesia termasuk dalam wilayah yang rawan terjadi gempa. Pertemuan antara berberapa lempeng benua memungkinkan terjadinya pergesekan diantaranya, karena lempeng-lempeng benua tersebut senantiasa bergerak. Pergesekan yang terjadi akan mengakibatkan adanya getaran pada permukaan lempeng tersebut.


Sumber:http://wirocst.blog.friendster.com/files/pic8.gif

Di Indonesia pergerakan kulit bumi sering terjadi didaerah bagian barat, seperti Sumatera, selatan Pulau Jawa hingga Timor. Jalur wilayah ini merupakan jalur
yang rawan dengan gempa bumi. Jika sumber gempa bumi berada di dasar laut, biasanya diikuti dengan gelombang besar (tsunami). Semakin besar gempa bumi semakin besar pula kemungkinan timbul tsunami. Tsunami yang pernah terjadi di Alor, Jawa Timur, NAD dan Pantai Pangandaran, berlangsung kurang dari setengah jam setelah terjadinya gempa bumi.

Apapun komentar terhadap beberapa musibah gempa yang terjadi, yang penting kita sebagai penghuni negeri ini dapat menyikapinya dengan bijak. Kepada para korban semoga bisa menerima dengan ikhlas, tabah serta diberikan kekuatan untuk kembali bangkit.